Sabtu, 27 September 2014

Hello visitor, kita masih dalam topik filsafat manusia namun kali ini kita akan membahas bagian-bagiannya.
FILSAFAT MANUSIA (JIWA dan BADAN)

Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Ada dua aliran yang dapat menjelaskan tentang Jiwa dan Badan, namun kedua aliran ini saling bertolak belakang.

Monisme
Aliran ini menolak bahwa Badan dan Jiwa merupakan unsur yang terpisah. Mereka percaya bahwa keduanya merupakan satu substansi. Keduanya bersatu membentuk pribadi manusia.
Ada 3 bentuk dalam aliran ini
1. Materialisme
 Materialisme menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme). Manusia bersumber dari materi dan manusia tidak pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tidak memiliki eksistensi sendiri, jiwa bersumber dari materi dan eksistensi jiwa bersifat kronologis.
2. Teori Identitas
 Menekankan hal berbeda dari aterialisme, tetapi mengakui aktivitas mental manusia. ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya terletak pada artinya, bukan pada arti  referensinya.
3. Idealisme
 Idealisme menerangkan bahwa ada hal yang tidak dapat diterangkan hanya berdasarkanmateri semata. Ada pengalaman, nilai, dan makna. Itu hanya memiliki arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu Jiwa. Dasar dari idealisme bertumpu pada kata-kata Rene Descartes "Cogito ergo sum"

Dualisme
Paham Dualisme sangat bertolak belakang dengan paham Monisme. Paham ini menjelaskan bahwa Badan dan Jiwa merupakan elemen yang terpisah dan berbeda. Perbedaannya terletak pada pengertian dan objeknya.

Badan Manusia
Badan merupakan elemen dasar dalam membentuk pribadi manusia. Dalam pandangan tradisional, badan berarti kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya, tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan (tertawa, menangis, berjalan, lari, dll).

Jiwa Manusia
Badan kita tidak memiliki arti apa-apa tanpa jiwa. Tidak aada ke"aku"an jika jiwa dilepaskan dari badan. Pada pandangan tradisional, jiwa merupakan makhluk halus dalam arti tidak bisa ditangkap secara visual oleh indera. Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa dapat menyadarkan manusia tentang siapakah dirinya.
Agustinus, manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa. Jiwa mendorong manusia untuk melakukan hukum moral yang diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dalam diri manusia.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Realitas manusiawi - realitas prinsipal terbentuk dari dua elemen, yaitu maaterial dan spiritual. Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia. Jiwa tidak dapat berfungsi dengan baik jika tidak ada badan. Dan badan manusia bukan merupakan mekanistik, melainkan dinamika dari jiwa itu sendiri.
wah, makin ramai saja yang mengunjungi blok filsafat ini.
"kebebasan" apakah arti dari kata itu menurut anda?
Mari kita bahas.

KEBEBASAN
Jiwa dan Kebebasan
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia untuk menentukan perbuatannya.Dalam 'Fungsi Menentukan Perbuatan', jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena adanya jiwa maka manusia dapat menjadi makhluk bebas, kebebasan itu mendasar bagi manusia. Dalam bukunya (The Fear of Freedom), seorang Eric Fromm menjelaskan bahwa "sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan" yang berarti, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi seorang manusia.

Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul:
  • Apakah manusia sungguh-sungguh bebas?
  • Kalau "ya", apa argumen yang dapat mendukung dan menguatkan jawaban tersebut?
  • Menurut anda, apa pengertian dari kebebasan?
  • dan apa makna dari kebebasan itu?


Pandangan para kaum Determinisme
 Aliran determinisme merupakan aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa disebabkan/terikat oleh peristiwa-peristiwa lainnya.

Apa arti dari KEBEBASAN?
Arti umum dari kebebasan adalah "tidak ada hambatan". Sedangkan arti khusus dari kebebasan adalah "kesanggupan memilih dan memutuskan". Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti yang ditegaskan oleh Franz Magnis-Suseno)
Ada eberapa jenis-jenis kebebasan.
  1. Kebebasan horizontal adalah kebebasan yang berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan yang bersifat spontan.
  2. Kebebasan Vertikal  yang merupakan pilihan moral, pertimbangan tujuan, dan tingkatan nilai.
  3. Kebebasan Eksistensial adalah kebebasan positif dan lambang martabat manusia.
  4. Kebebasan Sosial memiliki keterkaitan dengan orang lain (kebebasan bersosialisasi)


Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
Masalah tentang kebebasan merupakan masalah yang sudah sangat lama dan memiliki sejarah yang sanggat panjang. Filsafat Yuunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena adanya pandangan bahwa semua hal berada bawah "nasib" yang mengatasi manusia dan secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, manusia tidak bertanggungjawab atas tindakannya. Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian dari alam dan harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya. Manusia pun terpengaruhi oleh sejarah yang bergerak secara siklis. Pada Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik. Kemudian pada Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik. Lalu saat memasuki era Kontemporer, kebebasan mulai dipermasalahkan dari sudut pandang sosial.
Hai lagi para pecinta filsafat. Kali ini mari kita buka bahan bahasan baru.

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Kekayaan dan Kompleksitas Avektivitas Manusia
 Afektivitas adalah pembeda antara manusia dan tumbuhan. Afiktivitaslah yang membuat manusia 'berada' di dunia, berpartisipasi dengan orang lain, mencintai, mengabdi, dan menjadi seseorang yang kreatif. Afektivitas merupakan kegiatan yang kompleks. Sikap terhadap objek yang dianggap berguna. Ini biasa disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
 Cinta membuktikan diri dalam perbuatan, dan cinta adalah sesuatu yang mendahului perbuatan. Kerap kali afektivitas disamakan dengan kesanggupan merasa, padahal kehidupan afektif bukan hanya sekedar menyangkut tentang merasa tapi juga menyangkut tentang ha-hal spiritual.
Hidup afektif merupakan seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek tersebut ditarik oleh objek maupun sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip dengan 'pebuatan mengenal' karena dianggap perbuatan vital. Tapi perbuatan afektif beda dengan 'perbuatan mengenal' karena perbuatan afektif lebih bersifat pasif, sedang kan pada 'perbuatan mengenal' subjek membuka diri pada objek.

Kondisi Afektifitas Manusia
Agar adanya afektifitas , diperlukan suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.

berikut ini saya akan meberikan catatan tentang "Cinta akan diri sendiri, Sesama, dan TUHAN"
-) seseorang sering menganggap cinta diri sendiri sebagai suatu tindakan egoisme, maka dicap sebagai perbuatan tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemui pada orang yang dapat mencintai orang lain
-) Egoisme menolak setiap perhatian terhadap orang lain
-) Tuhan tidak melawan kita. Ia transenden dan imanen. Seorang St. Agustinus pernah berkata "TUHAN adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing."

Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT MANUSIA

Hai lagi visitor yang selalu setia nungguin postingan admin. Kali ini admin balik lagi dengan topik yang masih berhubungan dengan FILSAFAT.

FILSAFAT MANUSIA
Pengertian, Hakikat, Metode dan Tujuan

Tanpa basa-basi, mari kita bahas tentang Apa itu filsafat Manusia.
Filsafat Manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa arti dari manusia /menyorot hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang "origin of human life" (asal-usul kehidupan manusia), "the nature of human life" (hakikat hidup manusia) dan realitas eksistensi manusia.
Maka, akan timbul pertanyaan dalam filsafat manusia,  yaitu tentang pertanyaan krusial terhadap dirinya sendiri dan secara bertahap memberijawaban bagi diri manusia itu sendiri (bertanya untuk menjawab).
  • Ada lagi pertanyaan yang muncul, Apa Perlunya Mempelajari Filsafat Manusia?

Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang terkandung dalam kata "ADA". Dalam arti, manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri  (boleh saja tidak tahu segala hal, tetapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti dirinya sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini).
  • Sulitkah Berfilsafat Tentang Manusia?
Jawabannya adalah YA, karena akan terlihat seperti tak berguna ataupuntak akan mungkin. Zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang dapat memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia.
  • Apa Perlunya Berfilsafat Tentang Manusia?
Jawabannya adalah karena belum cukup dan manusia tidak mengenal kata cukup. Banyak Filsuf yang masih saling bertentangan, namun mungkin mereka juga memiliki titik kesalahan tersendiri. Dari itu, tinjaulah kembali tujuan dari filsafat.
  • Jadi, Masih Perlu dan Masih Mungkinkah Berfilsafat Manusia?
Ya, masih!
Pandangan berbeda dan pertentangan para filsuf masih bisa diselesaikan dengan cara "duduk bersama". "Kesalahan" mereka pun masih dapat dikoreksi agar menjadi lebih dapat diterima kalangan luas.
Plato, Aristoteles, Merleau-Ponty, Paul Ricoeur, Martin Heidegger, Soren Kierkegaard, Emmanuel Levinas Gabriel Marcel, Jacques Lacan, dan Jacques Derrida juga masih banyak lagi. Konsepsi mereka begitu mendalam dan holistik.

Metode Filsafat Manusia
Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat mannusia juga sama dengan filsafat pada umumnya seperti refleksi, analisa transendental, sintesa, ekstensif, intensif, dan kritis 

Ada Pula objek dari filsafat manusia dibagi menjadi dua, yaitu;
1. Objek Material
 Objek material dari filsafat manusia tidak lain adalah manusia itu sendiri
2. Objek Formal
 Esensi manusia dan strukturnya yang fundamental adalah bahan objek dari Objek Formal. Struktur fundamental bukan berupa keadaan fisik namun berupa struktur metafisik yaitu intisari, struktur dasar, dan bentuk terpenting manusia.
Kemudian muncullah beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh filsafat manusia
1. Apakah arti dari manusia?
2. Siapakah manusia itu?
3. Apa makna dari eksistensi dari manusia?
4. Bagaimanakah masa depan dari manusia?

Kata Max Scheler dan Heidegger
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang. Saat manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri alias problematik terhadap dirinya sendiri. Tak ada pula masa yang saat di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, tetapi manusia itu sendiri yang kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.
Darimanakah datangnya pertanyaan tentang manusia?
1. Kekaguman
2. Ketakjuban
3. Frustasi
4. Delusi
5. Pengalaman Negatif

Seorang pria bernama Agustinus pernah berkata "Aku menjadi masalah besar bagi Diriku" saat dia sedang sedih karena kematian temannya.

"Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance...
Philosophy  is for those who still have the capacity to WONDER"

Rabu, 24 September 2014

SILOGISME

Teman-teman visitor, kita bertemu lagi di dunia maya ini. kali ini kita akan membahas tentang

SILOGISME

Mari kita perdalam tentang silogisme.
Masih banyak siswa-siswi sekolah menengah yang bertanya-tanya tentang apa itu silogisme.
SILOGISME adalah suatu simpulan dari dua buah kata putusan (premis) yang disimpulkan menjadi suatu putusan yang baru.
ada dua macam silogisme.

Siogisme Kategoris
Ini adalah silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris ( pernyataan tanpa menggunakan syarat)
Bila penalaran anda baik, silogisme akan memperlihatkan alasan dan dasarnya.

  •  Silogisme Kategoris Tunggal
Ciri dari silogisme ini adalah mempunyai dua premis dan 3 terms (S,P,M). Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal adalah, M adalah S dalam premis Mayor dan P dalam premis Minor. Aturan yang berlaku adalah premis Minor harus sebagai penegasan, sedangkan premis Mayor hanya bersifat umum.

  • Silogisme Kategoris Majemuk
Ini adalah silogisme yang premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis
Silogisme ini masih terbagi lagi mnejadi beberapa bagian.
1. Epicherema (Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya memakai/memiliki alasan)
2. Enthymema (Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.
3. Polisilogisme (Deretan silogisme yang salah satu simpulan silogismenya menjadi premis untuk silogisme yang lain.
4. Sorites (Silogisme yang memiliki lebih dari dua buah premis. Putusan itu digabiungkan satu sama lain sehingga predikat dari putusan yang satu menjadi putusan berikutnya.

KESESATAN PEMIKIRAN

wah, pengunjung blogku makin ramai saja.
kali ini masih dengan tema bahasan tentang FILAFAT.

KESESATAN PEMIKIRAN
Kesesatan pemikiran sering juga disebut sebagai FALLACIA yang berarti kesalahan berpikir dalam logika, namun disini bukanlah faktanya yang salah melainkan kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
 disini ada 2 jenis KESESATAN
Pertama, Kesesatan Formal
kesesatan formal adalah pelanggaran terhadap kaidah logika
Kedua, Kesesatan Informal
Dalam hal ini, kesesatan menyangkut dengan kesesatan dalam penggunaan bahasa

Mari kita bahas yang selanjutnya,
Kesesatan Presumsi
kesesatan presumsi juga dibagi lagi menjadi beberapa macam.
1. Generalisasi Tergesa-gesa
2. Non Sequitur (belum tentu)
3. Analogi Palsu
4. Penalaran Melingkar (petitio principi)
5. Deduksi Cacat
6. Pikiran Simplistis

AKSIOLOGI

Hai manusia-manusia penghuni planet bumi. Admin kembali lagi, kali ini kita akan kembali membahas tentang hal-hal yang ada di dalam mata kuliah FILSAFAT.

AKSIOLOGI
ya, aksiologi. Kali ini mari kita bahas tentang aksiologi.
Aksiologi dibentuk dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani. Axios (Nilai) dan Logos (Ilmu) sehingga dapat kita artikan sebagai Nilai yang berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana mausia menggunakan ilmunya atau ilmu yang membicarakan tujuan dari ilmu itu sendiri.
Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, juga tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia. Aksiologi pun merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.

Fakta Dan Nilai
Aksiologi membedakan sesuatu "yang ada" dengan nilai. Dengan kata lain, aksiologi mencari perbedaan antara fakta dan nilai. apakah fakta itu? FAKTA adalah sesuatu yang ada secara nyata. Dan apakahnilai itu? NILAI adalah sesuatu yang berlaku.
Nilai berperan dalam suasana apresiasi, sementara itu fakta ditemui dalam konteks deskripsi. FAKTA selalu mendahului NILAI, faktamuncul terlebih dahulu lalu disusul dengan penilaian atas fakta. 
Ada 3 ciri dari nilai
1. Nilai berkaitan dengan subjek
2. Nilai tampil dalam konteks praktis
3. Nilai menyangkut dengan sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.

Ada beberapa pembagian AKSIOLOGI
Etika
Etika mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku mausia. Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat,norma, dan istilah moral. Intinya, etika adalah aturan sopan antun dalam pergaulan

Estetika
Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni. Estetika berkenaan dengan nlai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekitarnya.

ada pula peranan nilai bagi kita
  • Nilai merupakan objek sejati bagitindakan manusia
  • Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya
  • Menata hubungan sosial antar masyarakat
  • Memperkuat dan mempertegas identitas kita sebagai manusia

Senin, 22 September 2014

METAFISIKA dan EPISTEMOLOGI

Hai visitor, kita bertemu lagi. kali ini kita akan membahas tentang Metafisika dan Aksiologi

METAFISIKA
apa arti metafisika?
metafisika berasal dari kata Meta ta Physika, yaitu sesudah fisika.
ada pula berbagai pengertian metafisika;

  • upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan
  • usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas
  • pembahasan filsafatis yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada
beberapa pembagian metafisika
1. metafisika umum
2. kosmologi
3. teologi metafisik
4. filsafat antropologi

Mari kita bahas bersama

 ada istilah Materialisme yang berarti menolak hal yang tidak kelihatan. ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata-mata material. 
 ada pula istilah realitas yang berarti alam kebendaan. realitas bukan hanya satu, tapibanyak unsur yang dapat dibagi. seluruh realitas ialah materi yang tak bergantung pada pikiran manusia.

 pernahkah anda mendengar istilah kosmologi? jika belum, saya akan memberi tahu apa itu kosmologi. kosmologi juga terdiri dari dua kata, yaitu kosmos yang berarti dunia dan logos yang berarti ilmu. jadi kosmologi berarti percakapan tentang alam atau ketertiban palling fundamental dari seluruh realitas. CONTOH: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional.

 ada pula teologi metafisik yang biasa disebut theodicea  yang berarti membahas keprcayaan kepada Allah di tengah realita kejahatan yang merajalela di dunia.

EPISTEMOLOGI
kata ini berasal dari gabungan episteme yang berarti pikiran dan logos yang berarti ilmu. sehingga dapat disimpulkan epistemologi memiliki arti percakapan tentang ilmu pengetahuan. pokok persoalan dari epistemologi adalah sumber, asal mula, dan validitas.
sedangkan ada pertanyaan yang berbunyi "apa sumber pengetahuan, apakah ia berasal dari pengetahuan, pengalaman, atau akal budi?"
Ada 3 jenis pengetahuan yaitu;
  1. pengetahuan biasa yaitu pra-ilmiah yaitu karena hasil pencerapan inderawi dan hasil pemikiran rasional yangmasih harus diuji lebih lanjut kebenarannya.
  2. pengetahuan ilmiah yaitu sesuatu yang diperoleh dari metode ilmiah dan dapat dijamin kepastian kebenarannya
  3. pengetahuan filsafati yaitu pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis dan sistematis.
dan sumber-sumner pengetahuannya adalah
  • Plato dan Descartes yang mengemukakan akal budi dan rasio
  • Bacon, Hobes, Locke mengemukakan kensep manusia berasal dari pengalaman dan bersifat aposteriori
  • Immanuel Iant berkata, walau ide dan konsep apriori, ia bisa dipublikasikan bila ada pengalaman.


kali ini ada sebuah pertanyaan
Adakah pengetahuan yang benar dan pasti?
para penganut skeptisme mengemukakan bahwa segala sesuatu dapat saja disangsikan kebenarannya. Mereka berpegangan pada ungkapan Sokrates "apa yang saya ketahui adalah bahwa saya tidak mengetahui apa-apa"
ada pula Phyrro (365-275 SM), pencinta skeptisisme sistematis pertama berkata "kita harus senantiaasa menyangsikan segala sesuatu, karena tidak ada yang benar-benar dapat diketahui dengan pasti.
seorang Albert Camus (1913-1960) berkata Manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang pada hakekaqtnya tidak bermakna. Baginya, tidak ada makna, tidak ada pengetahuan yang benar secara objektif.


Minggu, 21 September 2014

Mengenal FILSAFAT

Hai, ketemu lagi nih sama admin.
Pada jaman sekarang, masih banyak orang yang belum mengerti apa itu filsafat.
sebelum kita menuju ke pengertian filsafat, kita harus tahu dulu sejarah dan asal mula filsafat.
PERKENALAN DENGAN FILSAFAT
ada empat hal yang melahirkan filsafat,

 pertama: kekaguman atau keheranan
- aristoteles (metafisiska): karena timbulnya kekaguman, maka manusia mulai untuk berfilsafat.
- ada dua hal penting dalam kekaguman, yaitu ada kagum dan ada sesuatu yang mengagumkan.
- subjek dari kekaguman adalah manusia
- sedangkan objeknya adalah segala sesuatu yang dapat dikagumi

kedua: ketidakpuasan
- sebelum filsafat lahir, mitos sangat berperan besar di masyarakat
- keterangan atau penjelasan tentang mitos membuat sebagian orang tidak puas
- ratio mulai meninggalkan mitos, dan kemudian lahirlah filsafat yang mencakup seluruh ilmu pengetahuan.

ketiga: hasrat bertanya
- adanya kekaguman melahirkan pertanyaan yang tiada kunjung habisnya
- kemudian pertanyaan membuat manusia melakukan pengamatan terhadap hal tersebut
- pertanyaan-pertanyaan tersebut mengarah pada dasar dan hakikat (kedua hal tersebut merupakan ciri khas filsafat)

dan yang keempat: keraguan
manusia mulai meragukan akan suatu hal, seperti mitos
- kemudian keraguan mulai memancing manusia untuk berfilsafat

Dan sekarang kita masuk ke PENGERTIAN FILSAFAT
Filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu philosophia. philosophia berasal dari dua kata, philos yang berarti kekasih/sahabat dan sophia yang memiliki arti kebijaksanaan. dengan ini filsafat memiliki arti mencintai kebijaksanaan.
berikut ini beberapa definisi filsafat

  • filsuf Pra-Sokratik: filsafat merupakan ilmu yang berupaya memahami alam dan realitas dengan mengutamakan logika/akal budi
  • plato: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni
  • aristoteles: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada.
  • rene descartes, seorang filsuf Prancis: filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah Tuhan, alam, dan juga manusia.
kemudian ada SIFAT DASAR FILSAFAT.
 Berpikir radikal, berpikir mendalam untuk mencapai akar permasalahan dan memperjelas realitas. Mencari asas, berusaha menemukan asas paling hakiki dari segala sesuatu. Memburu kebenaran, bisa dipersoalkan kembali demi mencari kepastian dari sesuatuyang sebenarnya sudah pasti. Mencari kejelasan, untuk menghilangkan rasa ragu untuk meraih kejelasan intelektual. Berpikir rasional, menggunakan ciri-ciri logis.
ada pula PERANAN FILSAFAT


  • pendobrak, mendobrak pintu tradisi yang sakral dan tak bisa diganggu gugat
  • pembebas, membebaskan manusia dari pikiran/berpikiran mistis
  • pembimbing, membimbing manusia berpikir secara sistematis dan logis

Rabu, 17 September 2014

Salam Kenal

Awal dari segala awal, saya akan perkenalkan diri saya.
Saya:
 Muhammad ilham
 705140092 (psikologi Universitas Tarumanagara pasti tahu apa arti angka-angka tersebut)

saya adalah seorang anak tunggal dari sepasang suami istri yang menurut saya adalah pasangan terbaik di dunia ini.
saya akan menceritakan kehidupan saya di bangku pendidikan.
saya memulai pendidikan di TK YAPIS Merauke, kemudian melanjutkan ke tahap selanjutnya di SD YAPIS 2 Merauke, dan alhamdulillah lulus dalam waktu 6 tahun, setelah itu saya memasuki bangku sekolah menengah di SMP Negeri 2 Merauke, kali ini pun lulus dalam waktu 3 tahun, lalu selanjunya saya memasuki jenjang yangmenurut saya adalah masa-masa terindah dalam hidup saya, yaitu di SMA Negeri 3 Merauke. Dan saat ini saya sedang duduk di bangku perguruan tinggi di Universitas Tarumanagara Jakarta di fakultas Psikologi.
kali ini saya sedang menghadapi blog FILSAFAT. awalnya saya ragu bahwa saya bisa mengikutinya dengan baik, namun hingga saat ini saya merasa belum ada kendala yang begitu besar.




sekian dulu untuk saat ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Assalamualaikum wr.wb ;)