Selasa, 03 November 2015

Tugas Psikologi Sosial 4 November 2015

Muhammad Ilham 705140092
Marsella Setiawan 705140059
Novia Halim 705140073
Yolanda Jacinda 705140062
Liesye 705140067
Anastasia 705140083
    Dalam tulisan kali ini, beracu pada tugas di kelas psikologi sosial Universitas Tarumanagara. Tulisan di blog kali ini akan membahas tentang stereotype and prejudice. Berdasarkan jurnal “Pengaruh Stereotype Terhadap Posisi Kepemimpinan Perempuan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis” kami akan membedah tentang stereotype terhadap kaum perempuan.
     Stereotype merupakan kepercayaan mengenai atribut personal dari sebuah kelompok atau individu. Stereotype biasanya terlalu tergeneralisasi, tidak akurat dan bersifat menolak informasi baru yang ada (biasanya akurat). Keterlibatan perempuan dalam berperan di lembaga-lembaga pemerintah adalah hal yang menarik untuk di perbincangkan dan di diskusikan terlebih lagi dalam hal kepemimpinan. Banyak yang menghubungkan antara kemampuan memimpin berdasarkan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan sehingga timbul istilah ketimpangan gender yang menempatkan perempuan pada kondisi yang tidak menguntungkan dimana perempuan yang bekerja di lembaga pemerintah sebagian besar berada dibawah laki-laki, artinya posisi perempuan masih diperhadapkan dengan posisi laki-laki. Melihat posisi dan kondisi perempuan pada jabatan Eselon di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, terlihat jelas bahwa dilembaga-lembaga pemerintah sebagai pembuat keputusan tidak terlalu  tampak, padahal jumlah populasi perempuan di Kabupaten Bengkalis sangat banyak pada tahun 2011. Menurut Kamla Bhasin, stereotype merupakan pelabelan negative yang diberikan antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan dianggap feminim dan laki - laki  dianggap maskulin.
     Stereotype merupakan salah satu penyebab minimnya jumlah perempuan yang duduk di posisi pemerintah di kembaga khususnya di lingkungan Pemerintah Daerah Kebupaten Bengkalis . Dalam suatu survey, Mary Jackman & Mary Santer (1981) menemukan bahwa stereotype gender lebih kuat dibandingkan dengan stereotype rasial karena ditemukan bahwa 78% dari responden percaya bahwa wanita lebih emosional dibandingkan dengan laki-laki.
Wanita yang terlalu dikelompokan dalam prejudice / stereotype akan mengalami stigma consciousness yaitu kondisi dimana individu merasa menjadi korban oleh prejudice dan stereotype yang ada.
Saran dari kelompok kami adalah agar kaum laki – laki di pemerintahan Kabupaten Bengkalis memberi kesempatan dan kepercayaan pada kaum perempuan untuk memegang kendali dan menjadi seorang pemimpin di pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Kaum laki – laki juga bisa membantu dan membimbing kaum perempuan apabila menurut mereka kaum perempuan masih memiliki kekurangan.

Daftar Pustaka
Myers, D. G. (2012). Social Psychology (11th ed.). New York, NY:McGraw Hill.
Sari, N., M, Yunelly., Rosmida. (n.d.).
Pengaruh stereotype terhadap posisi kepemimpinan perempuan perempuan di lingkungan pemerintahdaerah kabupaten Bengkalis. Diunduh dari  http://p3m.polbeng.ac.id>dataq>file>ADM

Selasa, 11 November 2014

Final Project
EMOSI ANAK SMP YANG MENJADI KORBAN BULLYING
Latar Belakang
Dewasa ini, bullying di kalangan pelajar makin merajalela. Anak yang lebih lemah akan ditindas oleh anak lain yang lebih kuat dan besar. Banyak orang tua yang tidak mengetahui bahwa saat di sekolah anaknya ditindas oleh orang lain. Disini akan dijelaskan apa itu bullying, pengaruhnya, dan cara menanggulanginya.
BULLYING
Pengertian bully dalam Astuti (2008) “sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang”. Kenyataanya, hal ini memang benar adanya di kalangan pelajar, seseorang atau sekelompok yang telah melakukan bullying kepada anak lain akan merasakan kebahagiaan dan akan terus berulang.
Peduli Karakter Anak (PeKA,2012). Bullying  adalah “penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual”.
     DAMPAK BULLYING
     Dampak bullying dapat berakibat pada kedua pihak, baik pelaku maupun korban.
     KORBAN
     Dampak bullying terhadap korbannya adalah berkurangnya minat mengerjakan tugas dari sekolah, sering absen dan bolos sekolah, prestasi menurun, kurang pergaulan dengan teman-teman sekolahnya, mudah emosi (labil) ketika depresi, marah, sedih , sering mengalami sakit kepala, sakit perut, nafsu makan menurun, sulit tidur, sering terlihat ada luka dan memar, barang-barang pribadi banyak hilang karena dipalak atau dicuri. Korban akan susah untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
     PELAKU
     Dampak terhadap pelaku bullying adalah rendahnya prestasi anak , menjadi suka menyendiri, termasuk merokok, menggunakan narkoba, dan tindakan-tindakan kepada kekerasan dan anarkis, sering bolos sekolah, sikap yang menantang orang tua maupun orang dewasa,khususnya bagi mereka yang memegang otoritas, dihukum pidana di pengadilan. Pelaku akan merasakan suasana hati yang luar biasa bahagia setelah menindas orang lain. Pelaku akan ketagihan dan akan terus mengulanng perbuatannya terhadap korban yang sama.
     CIRI-CIRI ANAK MENGALAMI BULLYING
     Perubahan Sikap Mendadak Terhadap sekolah. Perubahan memang biasa terjadi khususnya dalam usia remaja. Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan segala perubahan sikap anak, khususnya mengenai sikap mereka ketika menyangkut sekolah. Jika sikap anak Anda berubah menjadi buruk secara drastis terhadap sekolah, ini bisa menjadi salah satu indikasi, anak memiliki masalah dan hari-hari  buruk yang dapat menyebabkan trauma mendalam di lingkungan sekolahnya.

     Cedera dan Memar yang Tidak Dapat Dijelaskan. Anak terluka dan memar karena terjatuh mungkin biasa, khusunya bagi anak lelaki. Namun jika tAnda kekerasan tersebut sering terjadi dan ditempat yang tidak lazim, ada kemungkinan besar anak Anda adalah korban kekerasan oleh teman atau orang sekitarnya di sekolah.

     Penurunan Nilai. Kekerasan di sekolah tidak hanya terjadi 5 menit di koridor sekolah, tapi berefek panjang dan menyebabkan ketakutan, serta perasaan terancam. Dengan kondisi terintimidasi seperti itu, sangat wajar jika anak tidak dapat fokus terhadap pembelajaran dikelas, dan berujung pada prestasi akademis yang menurun.

     Memohon Untuk Tidak Ke Sekolah. Kekerasan disekolah akan menyebabkan penderitaan mental yang berpengaruh pada ketidaknyamanan fisik-stress yang dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut yang nyata. Ketika anak tidak mau ke sekolah karena beralasan sakit, mungkin juga disebabkan karena tingkat kecemasan yang tinggi untuk menghindari para pengganggu disekolah. Untuk itu, perlu diselidiki lebih lanjut apa yang mendasari timbulnya rasa sakit pada anak Anda.

     Perubahan Pola Tidur dan Pola Makan. kekerasan dapat menyebabkan efek trauma yang tidak hilang walau bel sekolah telah usai. Trauma dapat mempengaruhi hilangnya nafsu makan atau membuat area kekerasan ditubuh menjadi sakit kembali, sehingga anak memilih untuk tidak mau makan. Selain kebiasaan makan, pola tidur juga akan terganggu karena kecemasan berlebih untuk menghadapi hari esok.

    Perubahan Kehidupan Sosial. Perhatikan apakah anak Anda berubah menjadi tidak tertarik untuk melakukan hobi atau kegiatan favoritnya. Biasanya para pengganggu mencegah anak-anak yang lebih lemah darinya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, olahraga atau kegiatan tertentu yang dianggap kurang keren. Dengan kondisi seperti ini, perhatikan juga apakah anak menjadi menarik diri dalam pergaulan dan lebih senang untuk menyendiri dan menjadi lebih tenang jika berada di dalam rumah.

     Perubahan Suasana Hati. Perubahan suasana hati dikategorikan sebagai perilaku remaja yang wajar. Tetapi jika anak Anda yang biasanya berperilaku baik dan halus kemudian berubah menjadi mudah marah dan memiliki emosi yang meluap-luap, ada kemungkinan anak Anda stress karena pengalaman traumatis yang dialaminya. Namun tidak memiliki pelampiasan terhadap emosinya. Untuk itu, bicaralah pada anak Anda agar dia bisa menceritakan mengenai masalahnya disekolah, atau temui psikiater anak jika diperlukan.

CARA MENGHINDARKAN ANAK DARI BULLYING
Temukan keunggulan pribadinnya, berikan sambutan saat ia datang, bisikkan keunggulan pribadi yang dimiliki sang anak, dan katakana kalau kita sangat bangga padanya dengan keunggulan yang dimiliki sang anak dengan tulus, ikut andil dalam mengembangkan keunggulan pribadi yang dimiliki sang anak, metode bernyanyi, hindarkan dari tontonan kekerasan, mendongeng dan bersyair. Itu adalah beberapa cara yang bisa dicoba orang tua untuk menghindarkan dan mengetahui apakah anak sedang mengalami masalah di sekolah.

KESIMPULAN
Para orang tua masih sangat susah untuk mengetahui apakah anaknya sedang memiliki maslah di sekolah atau tidak. Untuk  itu, orang tua harus lebih peduli dan memberi perhatian lebih pada anaknya. Bullying bisa terjadi pada siapa saja, anak kecil, dewasa, maupun orang yang telah lanjut usia sekalipun. Untuk itu individu harus lebih peduli terhadap individu lain yang ada di sekitarnya.










DAFTAR PUSTAKA
Sholihat, N. (2012). Definisi Bullying. https://nsholihat.wordpress.com/tag/definisi-bullying/
Hensob, L. (2013). Bullying dan Dampak-dampak Kepada Korban dan Pelaku Bullying. Diunduh dari https://celotehanlutfihensob.wordpress.com/2013/09/19/bullying-dan-dampak-dampak-kepada-korban-dan-pelaku-bullying/
Puspitaningrum, N. P. P. (nd). Motivasi Pelaku Bullying  di Sekolah dan Dampaknya Terhadap School Well Being Korban. Diunduh dari http://www.academia.edu/7737257/Motivasi_Pelaku_Bullying_di_Sekolah_dan_Dampaknya_Terhadap_School_Well_Being_Korban


Minggu, 09 November 2014

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA
PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“PKn (n) adalah pendidikan kewarganegaraan, yaitu pendidikan yang menyangkut status formal warga negara yang pada awalnya diatur dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1949. Undang-Undang ini berisi tentang diri kewarganegaraan, dan peraturan tentang naturalisasi atau pemerolehan status sebagai warga negara Indonesia” (Winataputra, 1995).
DAMPAK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
     POSITIF
     Diri sendiri.  Para siswa dan mahasiswa jadi lebih berpendidikan tentang kewaragnegaraan. Seseorang yang belajar tentang kewarganegaraan bisa terbentuk sosok warga negara yang baik.
     Masyarakat sekitar. Orang-orang yang berada di sekitar seseorang yang telah mempelajari tentang kewaraganegaraan dengan baik akan memiliki perasaan aman. Rasa aman tersebut muncul karena jika seseorang telah mepelajari tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik, maka orang yang telah mempelajari tentang kewarganegaraan tersebut akan terhindar dari hasrat untuk melakukan tindak kejahatan.
     NEGATIF
      Diri sendiri. Seseorang yang tidak mengerti tentang pendidikan kewarganegaraan akan bertindak sesuka hati mereka dan akan menyebabkan orang tersebut dinilai jelek di mata masyarakat.
     Masyarakat sekitar. Karena pelajaran yang terkesan membosankan, para siswa dan mahasiswa menjadi malas untuk memperhatikan apa yang disampaikan guru atau dosen. Akibatnya, pengetahuan mereka tentang kewarganegaraan menjadi berkurang. Karena kurangnya pengetahuan tentang kewarganegaraan, dapat menyebabkan berbagai hal negatif seperti tawuran, demo yang anarkis, dan bebagai hal negatif yang dapat merugikan orang lain.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN PKN
Pada prakteknya, PKn masih memiliki kendala. Kendala tersebut antara lain: (1) guru pengampu mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian, proses pemusatan perhatian, dan penelaahan bahan pelajaran; (2) jumlah siswa setiap kelas cukup besar, kenyataan keberadaan sarana dan prasarana yang kurang memadai, guru kurang mengenal dan mengerti watak para murid; (3) beberapa siswa memandang mata pelajaran PKn sebagai mata pelajaran menghafal, konseptual, dan teoritis sehingga murid merasamalas untuk mengikuti pelajaran kewarganegaraan ini.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD, SMP, DAN SMA
   
    SEKOLAH DASAR (SD)
     Metode pembelajaran di sekolah dasar lebih condong kearah memperkenalkan apa itu pendidikan kewarganegaraan. Murid tidak dituntut untuk megetahui secara dalam tentang kewarganegaraan. Para murid hanya diinginkan untuk mengetahui apa itu pendidikan kewarganegaraan secara umum.
     SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
     Di sekolah menengah pertama, ada metode pembelajaran PKn yang dinamakan “pembelajaran metode berantai”. Metode ini dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang berisi 5 orang. Kemudian, murid akan saling membahas dengan cara berdiskusi satu sama lain. Setelah semua anggota kelompok mengerti dengan materi yang diberikan, maka mereka akan membantu anggota kelompok lain yang belum mengerti tentang materi tersebut. Dengan metode ini,
     SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
     Pendidikan kewarganegaraan di SMA lebih menuntut siswa untuk mengerti dan memahami tentang pelajaran tersebut. Di sekolah menengah atas, pelajaran ini memengaruhi nilai siswa untuk menentukan seorang siswa bisa lulus atau tidak. Dengan tuntutan tersebut, para siswa lebih terdorong untuk mempelajari kewarganegaraan. Ada sebagian siswa yang hanya sekedar mempelajari PKn, tapi ada juga murid yang tidak hanya sekedar mempelajari namun diterapkan juga di kehidupan nyata.

SIMPULAN
Pendidikan kewarganegaraan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa. Namun hal ini tergantung dengan seberapa niat para siswa untuk mempelajari tentang pendidikan kewarganegaraan. Siswa juga tidak bisa disalahkan jika kurang mengerti dan masih belum bisa mengamalkan, hal ini dapat disebabkan faktor pengajar. Masih banyak pengajar yang hanya sekedar meberi materi tapi tidak menekankan siswanya untuk mengamalkan dan mengerti tentang apa itu pendidikan kewarganegaraan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian siswa.










DAFTAR PUSTAKA
Akhyar, Z., Kiptiah, M., Fatmawati (2013). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. Banjarmasin, Indonesia. http://jurnalpknfkipunlam.wordpress.com/
Sutanto, H. (2013). Pembelajaran PKn di SD. Cirebon, Indonesia. http://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/pembelajaran-pkn-di-sd/
Wibowo, R. (2009). Model Pembelajaran PKn SMP. Jakarta, Media Pembelajaran PKn SMP. http://rudywibowo.blogspot.com/

Sabtu, 27 September 2014

Hello visitor, kita masih dalam topik filsafat manusia namun kali ini kita akan membahas bagian-bagiannya.
FILSAFAT MANUSIA (JIWA dan BADAN)

Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Ada dua aliran yang dapat menjelaskan tentang Jiwa dan Badan, namun kedua aliran ini saling bertolak belakang.

Monisme
Aliran ini menolak bahwa Badan dan Jiwa merupakan unsur yang terpisah. Mereka percaya bahwa keduanya merupakan satu substansi. Keduanya bersatu membentuk pribadi manusia.
Ada 3 bentuk dalam aliran ini
1. Materialisme
 Materialisme menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme). Manusia bersumber dari materi dan manusia tidak pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tidak memiliki eksistensi sendiri, jiwa bersumber dari materi dan eksistensi jiwa bersifat kronologis.
2. Teori Identitas
 Menekankan hal berbeda dari aterialisme, tetapi mengakui aktivitas mental manusia. ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya terletak pada artinya, bukan pada arti  referensinya.
3. Idealisme
 Idealisme menerangkan bahwa ada hal yang tidak dapat diterangkan hanya berdasarkanmateri semata. Ada pengalaman, nilai, dan makna. Itu hanya memiliki arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu Jiwa. Dasar dari idealisme bertumpu pada kata-kata Rene Descartes "Cogito ergo sum"

Dualisme
Paham Dualisme sangat bertolak belakang dengan paham Monisme. Paham ini menjelaskan bahwa Badan dan Jiwa merupakan elemen yang terpisah dan berbeda. Perbedaannya terletak pada pengertian dan objeknya.

Badan Manusia
Badan merupakan elemen dasar dalam membentuk pribadi manusia. Dalam pandangan tradisional, badan berarti kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya, tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan (tertawa, menangis, berjalan, lari, dll).

Jiwa Manusia
Badan kita tidak memiliki arti apa-apa tanpa jiwa. Tidak aada ke"aku"an jika jiwa dilepaskan dari badan. Pada pandangan tradisional, jiwa merupakan makhluk halus dalam arti tidak bisa ditangkap secara visual oleh indera. Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa dapat menyadarkan manusia tentang siapakah dirinya.
Agustinus, manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa. Jiwa mendorong manusia untuk melakukan hukum moral yang diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dalam diri manusia.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Realitas manusiawi - realitas prinsipal terbentuk dari dua elemen, yaitu maaterial dan spiritual. Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia. Jiwa tidak dapat berfungsi dengan baik jika tidak ada badan. Dan badan manusia bukan merupakan mekanistik, melainkan dinamika dari jiwa itu sendiri.
wah, makin ramai saja yang mengunjungi blok filsafat ini.
"kebebasan" apakah arti dari kata itu menurut anda?
Mari kita bahas.

KEBEBASAN
Jiwa dan Kebebasan
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia untuk menentukan perbuatannya.Dalam 'Fungsi Menentukan Perbuatan', jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena adanya jiwa maka manusia dapat menjadi makhluk bebas, kebebasan itu mendasar bagi manusia. Dalam bukunya (The Fear of Freedom), seorang Eric Fromm menjelaskan bahwa "sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan" yang berarti, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi seorang manusia.

Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul:
  • Apakah manusia sungguh-sungguh bebas?
  • Kalau "ya", apa argumen yang dapat mendukung dan menguatkan jawaban tersebut?
  • Menurut anda, apa pengertian dari kebebasan?
  • dan apa makna dari kebebasan itu?


Pandangan para kaum Determinisme
 Aliran determinisme merupakan aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa disebabkan/terikat oleh peristiwa-peristiwa lainnya.

Apa arti dari KEBEBASAN?
Arti umum dari kebebasan adalah "tidak ada hambatan". Sedangkan arti khusus dari kebebasan adalah "kesanggupan memilih dan memutuskan". Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti yang ditegaskan oleh Franz Magnis-Suseno)
Ada eberapa jenis-jenis kebebasan.
  1. Kebebasan horizontal adalah kebebasan yang berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan yang bersifat spontan.
  2. Kebebasan Vertikal  yang merupakan pilihan moral, pertimbangan tujuan, dan tingkatan nilai.
  3. Kebebasan Eksistensial adalah kebebasan positif dan lambang martabat manusia.
  4. Kebebasan Sosial memiliki keterkaitan dengan orang lain (kebebasan bersosialisasi)


Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
Masalah tentang kebebasan merupakan masalah yang sudah sangat lama dan memiliki sejarah yang sanggat panjang. Filsafat Yuunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena adanya pandangan bahwa semua hal berada bawah "nasib" yang mengatasi manusia dan secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, manusia tidak bertanggungjawab atas tindakannya. Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian dari alam dan harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya. Manusia pun terpengaruhi oleh sejarah yang bergerak secara siklis. Pada Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik. Kemudian pada Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik. Lalu saat memasuki era Kontemporer, kebebasan mulai dipermasalahkan dari sudut pandang sosial.
Hai lagi para pecinta filsafat. Kali ini mari kita buka bahan bahasan baru.

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Kekayaan dan Kompleksitas Avektivitas Manusia
 Afektivitas adalah pembeda antara manusia dan tumbuhan. Afiktivitaslah yang membuat manusia 'berada' di dunia, berpartisipasi dengan orang lain, mencintai, mengabdi, dan menjadi seseorang yang kreatif. Afektivitas merupakan kegiatan yang kompleks. Sikap terhadap objek yang dianggap berguna. Ini biasa disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
 Cinta membuktikan diri dalam perbuatan, dan cinta adalah sesuatu yang mendahului perbuatan. Kerap kali afektivitas disamakan dengan kesanggupan merasa, padahal kehidupan afektif bukan hanya sekedar menyangkut tentang merasa tapi juga menyangkut tentang ha-hal spiritual.
Hidup afektif merupakan seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek tersebut ditarik oleh objek maupun sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip dengan 'pebuatan mengenal' karena dianggap perbuatan vital. Tapi perbuatan afektif beda dengan 'perbuatan mengenal' karena perbuatan afektif lebih bersifat pasif, sedang kan pada 'perbuatan mengenal' subjek membuka diri pada objek.

Kondisi Afektifitas Manusia
Agar adanya afektifitas , diperlukan suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.

berikut ini saya akan meberikan catatan tentang "Cinta akan diri sendiri, Sesama, dan TUHAN"
-) seseorang sering menganggap cinta diri sendiri sebagai suatu tindakan egoisme, maka dicap sebagai perbuatan tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemui pada orang yang dapat mencintai orang lain
-) Egoisme menolak setiap perhatian terhadap orang lain
-) Tuhan tidak melawan kita. Ia transenden dan imanen. Seorang St. Agustinus pernah berkata "TUHAN adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing."

Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT MANUSIA

Hai lagi visitor yang selalu setia nungguin postingan admin. Kali ini admin balik lagi dengan topik yang masih berhubungan dengan FILSAFAT.

FILSAFAT MANUSIA
Pengertian, Hakikat, Metode dan Tujuan

Tanpa basa-basi, mari kita bahas tentang Apa itu filsafat Manusia.
Filsafat Manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa arti dari manusia /menyorot hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang "origin of human life" (asal-usul kehidupan manusia), "the nature of human life" (hakikat hidup manusia) dan realitas eksistensi manusia.
Maka, akan timbul pertanyaan dalam filsafat manusia,  yaitu tentang pertanyaan krusial terhadap dirinya sendiri dan secara bertahap memberijawaban bagi diri manusia itu sendiri (bertanya untuk menjawab).
  • Ada lagi pertanyaan yang muncul, Apa Perlunya Mempelajari Filsafat Manusia?

Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang terkandung dalam kata "ADA". Dalam arti, manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri  (boleh saja tidak tahu segala hal, tetapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti dirinya sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini).
  • Sulitkah Berfilsafat Tentang Manusia?
Jawabannya adalah YA, karena akan terlihat seperti tak berguna ataupuntak akan mungkin. Zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang dapat memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia.
  • Apa Perlunya Berfilsafat Tentang Manusia?
Jawabannya adalah karena belum cukup dan manusia tidak mengenal kata cukup. Banyak Filsuf yang masih saling bertentangan, namun mungkin mereka juga memiliki titik kesalahan tersendiri. Dari itu, tinjaulah kembali tujuan dari filsafat.
  • Jadi, Masih Perlu dan Masih Mungkinkah Berfilsafat Manusia?
Ya, masih!
Pandangan berbeda dan pertentangan para filsuf masih bisa diselesaikan dengan cara "duduk bersama". "Kesalahan" mereka pun masih dapat dikoreksi agar menjadi lebih dapat diterima kalangan luas.
Plato, Aristoteles, Merleau-Ponty, Paul Ricoeur, Martin Heidegger, Soren Kierkegaard, Emmanuel Levinas Gabriel Marcel, Jacques Lacan, dan Jacques Derrida juga masih banyak lagi. Konsepsi mereka begitu mendalam dan holistik.

Metode Filsafat Manusia
Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat mannusia juga sama dengan filsafat pada umumnya seperti refleksi, analisa transendental, sintesa, ekstensif, intensif, dan kritis 

Ada Pula objek dari filsafat manusia dibagi menjadi dua, yaitu;
1. Objek Material
 Objek material dari filsafat manusia tidak lain adalah manusia itu sendiri
2. Objek Formal
 Esensi manusia dan strukturnya yang fundamental adalah bahan objek dari Objek Formal. Struktur fundamental bukan berupa keadaan fisik namun berupa struktur metafisik yaitu intisari, struktur dasar, dan bentuk terpenting manusia.
Kemudian muncullah beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh filsafat manusia
1. Apakah arti dari manusia?
2. Siapakah manusia itu?
3. Apa makna dari eksistensi dari manusia?
4. Bagaimanakah masa depan dari manusia?

Kata Max Scheler dan Heidegger
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang. Saat manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri alias problematik terhadap dirinya sendiri. Tak ada pula masa yang saat di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, tetapi manusia itu sendiri yang kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.
Darimanakah datangnya pertanyaan tentang manusia?
1. Kekaguman
2. Ketakjuban
3. Frustasi
4. Delusi
5. Pengalaman Negatif

Seorang pria bernama Agustinus pernah berkata "Aku menjadi masalah besar bagi Diriku" saat dia sedang sedih karena kematian temannya.

"Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance...
Philosophy  is for those who still have the capacity to WONDER"