FILSAFAT MANUSIA
Pengertian, Hakikat, Metode dan Tujuan
Tanpa basa-basi, mari kita bahas tentang Apa itu filsafat Manusia.
Filsafat Manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa arti dari manusia /menyorot hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang "origin of human life" (asal-usul kehidupan manusia), "the nature of human life" (hakikat hidup manusia) dan realitas eksistensi manusia.
Maka, akan timbul pertanyaan dalam filsafat manusia, yaitu tentang pertanyaan krusial terhadap dirinya sendiri dan secara bertahap memberijawaban bagi diri manusia itu sendiri (bertanya untuk menjawab).
- Ada lagi pertanyaan yang muncul, Apa Perlunya Mempelajari Filsafat Manusia?
Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang terkandung dalam kata "ADA". Dalam arti, manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri (boleh saja tidak tahu segala hal, tetapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti dirinya sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini).
- Sulitkah Berfilsafat Tentang Manusia?
- Apa Perlunya Berfilsafat Tentang Manusia?
- Jadi, Masih Perlu dan Masih Mungkinkah Berfilsafat Manusia?
Pandangan berbeda dan pertentangan para filsuf masih bisa diselesaikan dengan cara "duduk bersama". "Kesalahan" mereka pun masih dapat dikoreksi agar menjadi lebih dapat diterima kalangan luas.
Plato, Aristoteles, Merleau-Ponty, Paul Ricoeur, Martin Heidegger, Soren Kierkegaard, Emmanuel Levinas Gabriel Marcel, Jacques Lacan, dan Jacques Derrida juga masih banyak lagi. Konsepsi mereka begitu mendalam dan holistik.
Metode Filsafat Manusia
Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat mannusia juga sama dengan filsafat pada umumnya seperti refleksi, analisa transendental, sintesa, ekstensif, intensif, dan kritis
Ada Pula objek dari filsafat manusia dibagi menjadi dua, yaitu;
1. Objek Material
Objek material dari filsafat manusia tidak lain adalah manusia itu sendiri
2. Objek Formal
Esensi manusia dan strukturnya yang fundamental adalah bahan objek dari Objek Formal. Struktur fundamental bukan berupa keadaan fisik namun berupa struktur metafisik yaitu intisari, struktur dasar, dan bentuk terpenting manusia.
Kemudian muncullah beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh filsafat manusia
1. Apakah arti dari manusia?
2. Siapakah manusia itu?
3. Apa makna dari eksistensi dari manusia?
4. Bagaimanakah masa depan dari manusia?
Kata Max Scheler dan Heidegger
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang. Saat manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri alias problematik terhadap dirinya sendiri. Tak ada pula masa yang saat di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, tetapi manusia itu sendiri yang kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.
Darimanakah datangnya pertanyaan tentang manusia?
1. Kekaguman
2. Ketakjuban
3. Frustasi
4. Delusi
5. Pengalaman Negatif
Seorang pria bernama Agustinus pernah berkata "Aku menjadi masalah besar bagi Diriku" saat dia sedang sedih karena kematian temannya.
"Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance...
Philosophy is for those who still have the capacity to WONDER"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar