Selasa, 11 November 2014

Final Project
EMOSI ANAK SMP YANG MENJADI KORBAN BULLYING
Latar Belakang
Dewasa ini, bullying di kalangan pelajar makin merajalela. Anak yang lebih lemah akan ditindas oleh anak lain yang lebih kuat dan besar. Banyak orang tua yang tidak mengetahui bahwa saat di sekolah anaknya ditindas oleh orang lain. Disini akan dijelaskan apa itu bullying, pengaruhnya, dan cara menanggulanginya.
BULLYING
Pengertian bully dalam Astuti (2008) “sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang”. Kenyataanya, hal ini memang benar adanya di kalangan pelajar, seseorang atau sekelompok yang telah melakukan bullying kepada anak lain akan merasakan kebahagiaan dan akan terus berulang.
Peduli Karakter Anak (PeKA,2012). Bullying  adalah “penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual”.
     DAMPAK BULLYING
     Dampak bullying dapat berakibat pada kedua pihak, baik pelaku maupun korban.
     KORBAN
     Dampak bullying terhadap korbannya adalah berkurangnya minat mengerjakan tugas dari sekolah, sering absen dan bolos sekolah, prestasi menurun, kurang pergaulan dengan teman-teman sekolahnya, mudah emosi (labil) ketika depresi, marah, sedih , sering mengalami sakit kepala, sakit perut, nafsu makan menurun, sulit tidur, sering terlihat ada luka dan memar, barang-barang pribadi banyak hilang karena dipalak atau dicuri. Korban akan susah untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
     PELAKU
     Dampak terhadap pelaku bullying adalah rendahnya prestasi anak , menjadi suka menyendiri, termasuk merokok, menggunakan narkoba, dan tindakan-tindakan kepada kekerasan dan anarkis, sering bolos sekolah, sikap yang menantang orang tua maupun orang dewasa,khususnya bagi mereka yang memegang otoritas, dihukum pidana di pengadilan. Pelaku akan merasakan suasana hati yang luar biasa bahagia setelah menindas orang lain. Pelaku akan ketagihan dan akan terus mengulanng perbuatannya terhadap korban yang sama.
     CIRI-CIRI ANAK MENGALAMI BULLYING
     Perubahan Sikap Mendadak Terhadap sekolah. Perubahan memang biasa terjadi khususnya dalam usia remaja. Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan segala perubahan sikap anak, khususnya mengenai sikap mereka ketika menyangkut sekolah. Jika sikap anak Anda berubah menjadi buruk secara drastis terhadap sekolah, ini bisa menjadi salah satu indikasi, anak memiliki masalah dan hari-hari  buruk yang dapat menyebabkan trauma mendalam di lingkungan sekolahnya.

     Cedera dan Memar yang Tidak Dapat Dijelaskan. Anak terluka dan memar karena terjatuh mungkin biasa, khusunya bagi anak lelaki. Namun jika tAnda kekerasan tersebut sering terjadi dan ditempat yang tidak lazim, ada kemungkinan besar anak Anda adalah korban kekerasan oleh teman atau orang sekitarnya di sekolah.

     Penurunan Nilai. Kekerasan di sekolah tidak hanya terjadi 5 menit di koridor sekolah, tapi berefek panjang dan menyebabkan ketakutan, serta perasaan terancam. Dengan kondisi terintimidasi seperti itu, sangat wajar jika anak tidak dapat fokus terhadap pembelajaran dikelas, dan berujung pada prestasi akademis yang menurun.

     Memohon Untuk Tidak Ke Sekolah. Kekerasan disekolah akan menyebabkan penderitaan mental yang berpengaruh pada ketidaknyamanan fisik-stress yang dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut yang nyata. Ketika anak tidak mau ke sekolah karena beralasan sakit, mungkin juga disebabkan karena tingkat kecemasan yang tinggi untuk menghindari para pengganggu disekolah. Untuk itu, perlu diselidiki lebih lanjut apa yang mendasari timbulnya rasa sakit pada anak Anda.

     Perubahan Pola Tidur dan Pola Makan. kekerasan dapat menyebabkan efek trauma yang tidak hilang walau bel sekolah telah usai. Trauma dapat mempengaruhi hilangnya nafsu makan atau membuat area kekerasan ditubuh menjadi sakit kembali, sehingga anak memilih untuk tidak mau makan. Selain kebiasaan makan, pola tidur juga akan terganggu karena kecemasan berlebih untuk menghadapi hari esok.

    Perubahan Kehidupan Sosial. Perhatikan apakah anak Anda berubah menjadi tidak tertarik untuk melakukan hobi atau kegiatan favoritnya. Biasanya para pengganggu mencegah anak-anak yang lebih lemah darinya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, olahraga atau kegiatan tertentu yang dianggap kurang keren. Dengan kondisi seperti ini, perhatikan juga apakah anak menjadi menarik diri dalam pergaulan dan lebih senang untuk menyendiri dan menjadi lebih tenang jika berada di dalam rumah.

     Perubahan Suasana Hati. Perubahan suasana hati dikategorikan sebagai perilaku remaja yang wajar. Tetapi jika anak Anda yang biasanya berperilaku baik dan halus kemudian berubah menjadi mudah marah dan memiliki emosi yang meluap-luap, ada kemungkinan anak Anda stress karena pengalaman traumatis yang dialaminya. Namun tidak memiliki pelampiasan terhadap emosinya. Untuk itu, bicaralah pada anak Anda agar dia bisa menceritakan mengenai masalahnya disekolah, atau temui psikiater anak jika diperlukan.

CARA MENGHINDARKAN ANAK DARI BULLYING
Temukan keunggulan pribadinnya, berikan sambutan saat ia datang, bisikkan keunggulan pribadi yang dimiliki sang anak, dan katakana kalau kita sangat bangga padanya dengan keunggulan yang dimiliki sang anak dengan tulus, ikut andil dalam mengembangkan keunggulan pribadi yang dimiliki sang anak, metode bernyanyi, hindarkan dari tontonan kekerasan, mendongeng dan bersyair. Itu adalah beberapa cara yang bisa dicoba orang tua untuk menghindarkan dan mengetahui apakah anak sedang mengalami masalah di sekolah.

KESIMPULAN
Para orang tua masih sangat susah untuk mengetahui apakah anaknya sedang memiliki maslah di sekolah atau tidak. Untuk  itu, orang tua harus lebih peduli dan memberi perhatian lebih pada anaknya. Bullying bisa terjadi pada siapa saja, anak kecil, dewasa, maupun orang yang telah lanjut usia sekalipun. Untuk itu individu harus lebih peduli terhadap individu lain yang ada di sekitarnya.










DAFTAR PUSTAKA
Sholihat, N. (2012). Definisi Bullying. https://nsholihat.wordpress.com/tag/definisi-bullying/
Hensob, L. (2013). Bullying dan Dampak-dampak Kepada Korban dan Pelaku Bullying. Diunduh dari https://celotehanlutfihensob.wordpress.com/2013/09/19/bullying-dan-dampak-dampak-kepada-korban-dan-pelaku-bullying/
Puspitaningrum, N. P. P. (nd). Motivasi Pelaku Bullying  di Sekolah dan Dampaknya Terhadap School Well Being Korban. Diunduh dari http://www.academia.edu/7737257/Motivasi_Pelaku_Bullying_di_Sekolah_dan_Dampaknya_Terhadap_School_Well_Being_Korban


Minggu, 09 November 2014

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA
PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“PKn (n) adalah pendidikan kewarganegaraan, yaitu pendidikan yang menyangkut status formal warga negara yang pada awalnya diatur dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1949. Undang-Undang ini berisi tentang diri kewarganegaraan, dan peraturan tentang naturalisasi atau pemerolehan status sebagai warga negara Indonesia” (Winataputra, 1995).
DAMPAK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
     POSITIF
     Diri sendiri.  Para siswa dan mahasiswa jadi lebih berpendidikan tentang kewaragnegaraan. Seseorang yang belajar tentang kewarganegaraan bisa terbentuk sosok warga negara yang baik.
     Masyarakat sekitar. Orang-orang yang berada di sekitar seseorang yang telah mempelajari tentang kewaraganegaraan dengan baik akan memiliki perasaan aman. Rasa aman tersebut muncul karena jika seseorang telah mepelajari tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik, maka orang yang telah mempelajari tentang kewarganegaraan tersebut akan terhindar dari hasrat untuk melakukan tindak kejahatan.
     NEGATIF
      Diri sendiri. Seseorang yang tidak mengerti tentang pendidikan kewarganegaraan akan bertindak sesuka hati mereka dan akan menyebabkan orang tersebut dinilai jelek di mata masyarakat.
     Masyarakat sekitar. Karena pelajaran yang terkesan membosankan, para siswa dan mahasiswa menjadi malas untuk memperhatikan apa yang disampaikan guru atau dosen. Akibatnya, pengetahuan mereka tentang kewarganegaraan menjadi berkurang. Karena kurangnya pengetahuan tentang kewarganegaraan, dapat menyebabkan berbagai hal negatif seperti tawuran, demo yang anarkis, dan bebagai hal negatif yang dapat merugikan orang lain.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN PKN
Pada prakteknya, PKn masih memiliki kendala. Kendala tersebut antara lain: (1) guru pengampu mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian, proses pemusatan perhatian, dan penelaahan bahan pelajaran; (2) jumlah siswa setiap kelas cukup besar, kenyataan keberadaan sarana dan prasarana yang kurang memadai, guru kurang mengenal dan mengerti watak para murid; (3) beberapa siswa memandang mata pelajaran PKn sebagai mata pelajaran menghafal, konseptual, dan teoritis sehingga murid merasamalas untuk mengikuti pelajaran kewarganegaraan ini.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD, SMP, DAN SMA
   
    SEKOLAH DASAR (SD)
     Metode pembelajaran di sekolah dasar lebih condong kearah memperkenalkan apa itu pendidikan kewarganegaraan. Murid tidak dituntut untuk megetahui secara dalam tentang kewarganegaraan. Para murid hanya diinginkan untuk mengetahui apa itu pendidikan kewarganegaraan secara umum.
     SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
     Di sekolah menengah pertama, ada metode pembelajaran PKn yang dinamakan “pembelajaran metode berantai”. Metode ini dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang berisi 5 orang. Kemudian, murid akan saling membahas dengan cara berdiskusi satu sama lain. Setelah semua anggota kelompok mengerti dengan materi yang diberikan, maka mereka akan membantu anggota kelompok lain yang belum mengerti tentang materi tersebut. Dengan metode ini,
     SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
     Pendidikan kewarganegaraan di SMA lebih menuntut siswa untuk mengerti dan memahami tentang pelajaran tersebut. Di sekolah menengah atas, pelajaran ini memengaruhi nilai siswa untuk menentukan seorang siswa bisa lulus atau tidak. Dengan tuntutan tersebut, para siswa lebih terdorong untuk mempelajari kewarganegaraan. Ada sebagian siswa yang hanya sekedar mempelajari PKn, tapi ada juga murid yang tidak hanya sekedar mempelajari namun diterapkan juga di kehidupan nyata.

SIMPULAN
Pendidikan kewarganegaraan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa. Namun hal ini tergantung dengan seberapa niat para siswa untuk mempelajari tentang pendidikan kewarganegaraan. Siswa juga tidak bisa disalahkan jika kurang mengerti dan masih belum bisa mengamalkan, hal ini dapat disebabkan faktor pengajar. Masih banyak pengajar yang hanya sekedar meberi materi tapi tidak menekankan siswanya untuk mengamalkan dan mengerti tentang apa itu pendidikan kewarganegaraan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian siswa.










DAFTAR PUSTAKA
Akhyar, Z., Kiptiah, M., Fatmawati (2013). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. Banjarmasin, Indonesia. http://jurnalpknfkipunlam.wordpress.com/
Sutanto, H. (2013). Pembelajaran PKn di SD. Cirebon, Indonesia. http://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/pembelajaran-pkn-di-sd/
Wibowo, R. (2009). Model Pembelajaran PKn SMP. Jakarta, Media Pembelajaran PKn SMP. http://rudywibowo.blogspot.com/