EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA
PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“PKn (n) adalah pendidikan kewarganegaraan,
yaitu pendidikan yang menyangkut status formal warga negara yang pada awalnya
diatur dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1949. Undang-Undang ini berisi tentang
diri kewarganegaraan, dan peraturan tentang naturalisasi atau pemerolehan
status sebagai warga negara Indonesia” (Winataputra, 1995).
DAMPAK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
POSITIF
Diri
sendiri. Para siswa dan mahasiswa jadi lebih
berpendidikan tentang kewaragnegaraan. Seseorang yang belajar tentang
kewarganegaraan bisa terbentuk sosok warga negara yang baik.
Masyarakat sekitar. Orang-orang yang berada di sekitar
seseorang yang telah mempelajari tentang kewaraganegaraan dengan baik akan
memiliki perasaan aman. Rasa aman tersebut muncul karena jika seseorang telah
mepelajari tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik, maka orang yang
telah mempelajari tentang kewarganegaraan tersebut akan terhindar dari hasrat
untuk melakukan tindak kejahatan.
NEGATIF
Diri sendiri. Seseorang
yang tidak mengerti tentang pendidikan kewarganegaraan akan bertindak sesuka hati
mereka dan akan menyebabkan orang tersebut dinilai jelek di mata masyarakat.
Masyarakat sekitar. Karena pelajaran yang terkesan membosankan,
para siswa dan mahasiswa menjadi malas untuk memperhatikan apa yang disampaikan
guru atau dosen. Akibatnya, pengetahuan mereka tentang kewarganegaraan menjadi
berkurang. Karena kurangnya pengetahuan tentang kewarganegaraan, dapat
menyebabkan berbagai hal negatif seperti tawuran, demo yang anarkis, dan
bebagai hal negatif yang dapat merugikan orang lain.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN PKN
Pada prakteknya, PKn masih memiliki
kendala. Kendala tersebut antara lain: (1) guru pengampu mata pelajaran PKn
masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung
dalam proses penggalian, proses pemusatan perhatian, dan penelaahan bahan
pelajaran; (2) jumlah siswa setiap kelas cukup besar, kenyataan keberadaan
sarana dan prasarana yang kurang memadai, guru kurang mengenal dan mengerti
watak para murid; (3) beberapa siswa memandang mata pelajaran PKn sebagai mata
pelajaran menghafal, konseptual, dan teoritis sehingga murid merasamalas untuk
mengikuti pelajaran kewarganegaraan ini.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD, SMP, DAN SMA
SEKOLAH DASAR (SD)
Metode pembelajaran di
sekolah dasar lebih condong kearah memperkenalkan apa itu pendidikan
kewarganegaraan. Murid tidak dituntut untuk megetahui secara dalam tentang
kewarganegaraan. Para murid hanya diinginkan untuk mengetahui apa itu
pendidikan kewarganegaraan secara umum.
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
Di sekolah menengah
pertama, ada metode pembelajaran PKn yang dinamakan “pembelajaran metode
berantai”. Metode ini dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa
kelompok yang berisi 5 orang. Kemudian, murid akan saling membahas dengan cara
berdiskusi satu sama lain. Setelah semua anggota kelompok mengerti dengan
materi yang diberikan, maka mereka akan membantu anggota kelompok lain yang
belum mengerti tentang materi tersebut. Dengan metode ini,
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Pendidikan
kewarganegaraan di SMA lebih menuntut siswa untuk mengerti dan memahami tentang
pelajaran tersebut. Di sekolah menengah atas, pelajaran ini memengaruhi nilai
siswa untuk menentukan seorang siswa bisa lulus atau tidak. Dengan tuntutan
tersebut, para siswa lebih terdorong untuk mempelajari kewarganegaraan. Ada
sebagian siswa yang hanya sekedar mempelajari PKn, tapi ada juga murid yang
tidak hanya sekedar mempelajari namun diterapkan juga di kehidupan nyata.
SIMPULAN
Pendidikan kewarganegaraan dapat
mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa. Namun hal ini tergantung dengan
seberapa niat para siswa untuk mempelajari tentang pendidikan kewarganegaraan.
Siswa juga tidak bisa disalahkan jika kurang mengerti dan masih belum bisa
mengamalkan, hal ini dapat disebabkan faktor pengajar. Masih banyak pengajar
yang hanya sekedar meberi materi tapi tidak menekankan siswanya untuk
mengamalkan dan mengerti tentang apa itu pendidikan kewarganegaraan. Jadi,
dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat berpengaruh terhadap
perkembangan kepribadian siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Akhyar,
Z., Kiptiah, M., Fatmawati (2013). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan.
Banjarmasin, Indonesia. http://jurnalpknfkipunlam.wordpress.com/
Rohim,
A. (2014). Berbagi untuk anda. Jakarta. http://rohimzoom.blogspot.com/2014/01/desain-model-pembelajaran-pkn-sdmi.html
Sutanto,
H. (2013). Pembelajaran PKn di SD. Cirebon, Indonesia. http://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/pembelajaran-pkn-di-sd/
Wibowo,
R. (2009). Model Pembelajaran PKn SMP. Jakarta, Media Pembelajaran PKn SMP. http://rudywibowo.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar