Sabtu, 27 September 2014

wah, makin ramai saja yang mengunjungi blok filsafat ini.
"kebebasan" apakah arti dari kata itu menurut anda?
Mari kita bahas.

KEBEBASAN
Jiwa dan Kebebasan
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia untuk menentukan perbuatannya.Dalam 'Fungsi Menentukan Perbuatan', jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena adanya jiwa maka manusia dapat menjadi makhluk bebas, kebebasan itu mendasar bagi manusia. Dalam bukunya (The Fear of Freedom), seorang Eric Fromm menjelaskan bahwa "sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan" yang berarti, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi seorang manusia.

Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul:
  • Apakah manusia sungguh-sungguh bebas?
  • Kalau "ya", apa argumen yang dapat mendukung dan menguatkan jawaban tersebut?
  • Menurut anda, apa pengertian dari kebebasan?
  • dan apa makna dari kebebasan itu?


Pandangan para kaum Determinisme
 Aliran determinisme merupakan aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa disebabkan/terikat oleh peristiwa-peristiwa lainnya.

Apa arti dari KEBEBASAN?
Arti umum dari kebebasan adalah "tidak ada hambatan". Sedangkan arti khusus dari kebebasan adalah "kesanggupan memilih dan memutuskan". Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti yang ditegaskan oleh Franz Magnis-Suseno)
Ada eberapa jenis-jenis kebebasan.
  1. Kebebasan horizontal adalah kebebasan yang berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan yang bersifat spontan.
  2. Kebebasan Vertikal  yang merupakan pilihan moral, pertimbangan tujuan, dan tingkatan nilai.
  3. Kebebasan Eksistensial adalah kebebasan positif dan lambang martabat manusia.
  4. Kebebasan Sosial memiliki keterkaitan dengan orang lain (kebebasan bersosialisasi)


Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
Masalah tentang kebebasan merupakan masalah yang sudah sangat lama dan memiliki sejarah yang sanggat panjang. Filsafat Yuunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena adanya pandangan bahwa semua hal berada bawah "nasib" yang mengatasi manusia dan secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, manusia tidak bertanggungjawab atas tindakannya. Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian dari alam dan harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya. Manusia pun terpengaruhi oleh sejarah yang bergerak secara siklis. Pada Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik. Kemudian pada Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik. Lalu saat memasuki era Kontemporer, kebebasan mulai dipermasalahkan dari sudut pandang sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar